Hukum Kredit Emas

Hukum Kredit Emas Menurut MUI, Khilafiyahnya Halal Atau Haram ???

Kali Ini Pengelola Beon.Biz Ingin Membagikan Tentang Khilafiyahnya Kredit Emas Yang Mana Ada Yang Membolehkan Dan Ada Yang Tidak Membolehkan Dan Sebagai Ummat Islam Kita Wajib Mengetahui Hukum Kredit Emas Ini .

Di Masa Sekarang Ini Emas Sangatlah Di Elu Elukan Sebagai Investasi Jangka Panjang Ataupun Sebagai Perhiasan Dan Sudah Barang Tentu Sangat Banyak Orang Yang Menginginkan Emas Untuk Mereka Miliki Karena Logam Mulia Ini Sangat Populer Di Seluruh Dunia Dan Banyak Sekali Orang Yang Mengusahakanya Entah Dari Jalur Pertambangan Secara Langsung Maupun Yang Memperjual Belikanya.

Namun Bagi Ummat Islam Ada Beberapa Hal Yang Harus Diketahui Bahwa Hukum Dalam Jual Beli Emas Melalui Kredit Maupun Tunai Haruslah Difahami , Dan Pengelola Beon.Biz Sendiri Telah BanyAk Memperhatikan Hal Ini , Karena Sangat Penting Untuk Mengetahui Fakta Yang Terjadi Di Masyarkat Mengenaik Hukum Kredit Emas Yang Sudah Banyak Menjamur Dikalangan Menengah Keatas, Bahkan Diantara Mereka Tidak Sedikit Yang Bingung Dan Ragu Atas Hal Ini,Apakah Halal Atau Haram .

Maka Kita Sebagai Ummat Akhir Zaman Yang Bijak Dan Tidak Terburu buru Dalam Mengambil Kesimpulan Apalagi Kita Sudah Jauh Dari Zaman Rasulullah Yang Mana Masalah Masalah Baru Yang Belum Ada Pada Ummat Terdahulu (salafussolih) Maka Kita Cari Bahan Refernsi Yang Akurat Dan Terpercaya Untuk Di Telisik Lebih Lanjut Terutama Dari Sumber Yang Sangat Kita Yakini Dan Wajib Ta’ati Yaitu Al-Qur’an Dan Hadits.

Diantara Yang Membuat Bingung Orang Di Era Modernisasi Saat Ini Adalah Mudahnya Siapapun Untuk Mengakses Berbagai kontent Yang Mereka Ingini Dan Tidak Jarang juga Banyak Yang Terjebak Dalam Hal Ini sehingga mereka Bingung Dan Ragu , Ingin Menjalankan Atau Berhenti Saja.

Untuk Perkara emas Ini Ada Yang Menganggap Bahwa Emas Adalah Uang Sehingga Mereka Menyimpulkan Keharaman nya Jika Emas Tersebut Dilakukan Dengan Cara Kredit, Dan Bukan Tunai Sebagaimana Dalil Yang Dipakai :

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim no. 1587)

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الآخِذُ وَالْمُعْطِى فِيهِ سَوَاءٌ

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1584)

Maka Dari Itu Menurut Pandangan Saya Sebagai Seorang Muslim Jika Ditanya Sebuah Masalah Yang Belum Pernah Ada Di Zaman Nabi Para Sahabat Maupun Tabi’in, Maka Cara Terbaik Adalah Kita Kembalikan Kepada Ulama’ Dan Lebih baiknya Lagi Adalah Bukan Sekedar Ulama’ Atau Yang Lebih Dikenal Dengan Ijma’ (Kumpulan Para Ulama’ Yang Sudah lebih Dulu Banyak Belajar Dan Mengetahui Tentang Sejarah Islam Melalui Al-Qur’an Dan Hadits Nabi) , Kebanyak Para ulama Kibar Adalah Orang Yang telah Hafal Ratusan Ribu Hadits Dan Memiliki Gelar Gelar Yang Sudah Diakui Di kalangan Para Ulama’.

Dan Di Indonesia Sendiri Sudah Kita Ketahui Bahwa Yang Mewakili Ummat sebagai Hamba Hamba Allah Yang Di Kumpulkan Dalam Satu Kesatuan Untuk Merundingkan Suatu Masalah AGAMA Dan Pengambil Keputusan Hukum Mengenai Islam Di Indonesia Adalah MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Sebagaimana Firman Allah Dan Hadits Nabi Tentang Ulama’

dari firman Allah Ta’ala: (إنما يخشى الله من عباده العلماء) “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba Nya adalah mereka para Ulama

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ “Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu)

Maka Kita Sebagai Ummat Akhir Zaman Yang Masih Bodoh Bodoh Ini Apa Punya Dasar Yang Kuat Sehingga Tidak Mau Mengikuti Mayoritas Ulama’ Yang Sudah Mendalami Ilmu Al-Qur’an Dan Hadits Seorang Ustadz (hanya Satu) Dan Bisa Saja Salah Dan Tidak Sepatutnya Menurut hemat Saya Belum Bisa Punya Kedudukan Pengeluar Fatwa.Yang Berhak Mengeluarkan Fatwa Di Indonesia Adalah Ulama Indonesia Itu Sendiri Yang Lebih Faham Kultur Budaya Orang Indonesia Dan Melalui Pembahasan Dan Kesepakata Bersama Para Ahli Ilmu Agama (Ulama’).

Dan Dalam fatwa Yang Menyebutkan Kebolehanya Oleh Fatwa MUI Adalah Karena EMAS Di Zaman Sekarang Bukanlah Termasuk Mata Uang (Yang Dibuat Transaksi Jual Beli kita) , Jadi Emas Saat Ini Adalah Sebagai Barang Atau Benda Berharga Seperti Berlian, Permata, Mutiara.

Adapun Jika Pada Zaman Nabi Adalah Di Haramkan Karena Pada Dasarnya Dahulu Tidak Ada Uang Kertas Seperti Sekarang, Yang Karenanya Mata Uang Berharga Zaman Itu Adalah Dinar Dan Dirham Yang Dimana Keduanya Adalah emas Dan Perak, Yang Memang Untuk Bertransaksi Jual Beli Dan Tentunya Bukan Di Barterkan (Karena Sudah Menjadi KeHaraman Suatu Benda Yang Sama Itu Ditukar Namun Ada Kelebihan) Dan jelas kita Ketahui Itu Adalah RIBA.

Dan Yang Saya mengambil Kesimpulan Adalah Bahwa Lebih Aman Ikut Ulama’ Atau Kita Bilang Para Kumpulan Ulama Indonesia Atau Di Singkat ( MUI ) ,Karena Sudah Jelas Dengan Pemahaman Mereka Para Ulama’ Yang Sudah Memfatwakan Bahwa Kredit Emas Itu Boleh Dan Halal Adalah Karena Emas Pada Zaman Sekarang Adalah Barang Berharga Yang Sudah Kita Ketahui Bersama Harga Barang Berharga Bisa Naik Maupun Turun, Tergantung Permintaan Pasar Tapi Yang Jelas Barang Berharga Adalah Barang Yang Tiap Tahun Slalu Naik Karena Semakin Langkanya .

karena Yang Saya Ketahui Para Pembisnispun Banyak Juga Yang Mengambil Sikap Bahwa Emas Itu Haram, Dan Merekapun Menggembar Gemborkanya ke Media Sosial Dan Video Videonya.

Inti Dari Pembahasan Diatas Adalah Hukum Kredit Emas Sudah Jelas Admin beon.biz Ikut Jalur Yang Mana Dan Selain Pemahaman yang saya ikuti saya tidak menyalahkan Yang Lain jadi tergantung sikap dan keyakinan kita di era akhir zaman yang sangat jauh dari Rasulullah Dan Para Sahabat Saat Ini.

Sungguh Tidak Arif seseorang Muslim Yang hanya mengklaim Dirinya sudah sesuai Qur’an Dan Hadits sedangkan selain Mereka Adalah Salah .Dan Sesat. FiNNAR (Di Neraka).

Dan Sungguh Lebih Jelek Lagi Kalo Hanya Karena Satu Masalah Ini Saja Sesama Muslim Tidak Saling Sapa Bahkan Mengolok Olok Satu Sama Lain, Dan Bahkan Akhir Akhir Ini Yang Sungguh Miris Adalah Imam Yang Di Hajar Habis Habisan Oleh Seorang Oknum Majelis Lain Hanya Karena Beda Pemahaman Dalam dzikir, Maka semoga Kita Terlindung Dari Fanatisme golongan Yang Hoby Menyesat Nyesatkan Sesama Muslimnya.

Jadilah Islam Yang Satu Tubuh Dimana Jika Ada Saudara Muslim Kita Yang Membutuhkan Maka Kita Punya Rasa Solidaritas Untuk Saling Membantu Dan Itu Sudah Diajarkan Para Sahabat Nabi Di Zaman Di Mana Paceklik Di Madinah Di Datangkan Bantuan Dari negeri Muslim Lainya.

Karena Tidak Ada Gunanya Kekayaan Jika Hak Hak Saudara Kita, Masih Kita Terlantarkan Dan Tidak Kita Penuhi, Karena Setiap Kekayaan Yang Kita miliki Punya Zakat Dan Nishob Masing Masing Apalagi Emas Yang Kita Simpan Dalam Pembahasan Ini.

Rating: 5.0/5. From 1 vote.
Please wait...